In Technology 32 views
,5 / 5 ( 1votes )

JANGAN RAGU MEMBELI MOBIL TH 90an, 80an dan 70an

Terkadang kita ragu disaat ingin membeli mobil bekas. Banyak hal yang bisa menjadi alasannya, kondisi mobil yang masih tak terprediksi, harga jual yang tak standar, sampai ke prospek untuk dijual kembali. Biasanya mobil th.90an kebawah muncul dengan kondisi umum yang memprihatinkan, mulai dari cat yang kusam, lecet bahkan penyok, belum kondisi mesin yang sama sekali kita tidak tahu riwayat servis nya. Dalam hal ini kita seolah harus mempunyai pengetahuan yang ekstra mengenai mobil antik ini. Selain itu, pertimbangan keselamatan yang paling utama, misalnya kekokohan seat belt, kondisi kaki-kaki harus benar-benar terpantau, karena apabila sudah rusak dan kita tidak segera mengganti spare partnya, maka resiko ban lepas atau ambrol bisa saja mengenai kita.

Lalu apakah mobil jadul itu tidak direkomendasikan? Justru dalam hal inilah orang banyak yang keliru, dalam wawancara tak resmi terhadap beberapa orang di tempat kerja dan lingkungan rumah saya, rata-rata memiliki pandangan bahwa lebih baik membeli mobil baru yang murah (misal 100jtan) ketimbang membeli mobil jadul dengan alasan kita adalah orang pertama yang memakai mobil tersebut dengan kondisi semuanya baru. Berbeda dengan membeli mobil bekas. Contoh kasarnya adalah seperti ini, lebih baik membeli Daihatsu Agya atau Toyota Ayla dengan kondisi baru ketimbang membeli mobil seperti Suzuki Katana atau Honda Maestro th 90an. Tidak salah memang, karena pilihan orang kita tidak bisa memaksakan. Namun berpikirlah sedikit kritis. Seperti ini : kita membeli Toyota Ayla dengan model paling bagus di harga 110jtan, pada th.2014 yang lalu, saat itu harga Toyota Starlet th.95 ada di kisaran 60jt. Coba bandingkan sekarang, saya jamin di tahun 2016 ini harga Toyota Ayla berada di bawah harga 90jtan, sedangkan Toyota Starlet th.97an itu masih relatif stabil, kalaupun turun masih diatas 55jt. Bisa kita bayangkan, apalagi dibandingkan dengan Xenia th.2002, bisa sedikit terbelalak karena harganya sekarang ada dibawah 60jt. Penurunan harga yang cukup drastis bukan?

Yang jadi pertanyaan adalah mengapa harga mobil baru sekarang cepat sekali anjlok? Ada hal yang sangat penting yang selama ini orang lupakan. Kita tahu Honda Brio, Toyota Agya, Toyota Avanza, Suzuki Karimun adalah mobil baru dengan tahun yang update. Namun mobil baru dengan kisaran harga dibawah 200jtan adalah mobil kelas ekonomi, maksudnya adalah mobil-mobil yang didesain seefisien mungkin untuk diserap oleh kalangan menengah kebawah. Dengan kata lain, mobil baru murah itu adalah benar-benar murahan, desain yang terkesan seadanya, bahan baku yang digunakan juga mungkin adalah kualitas murah. Hal ini bisa dimaklumi, ditengah krisis ekonomi global seperti saat ini, investor banyak yang mempertajam di segmen ini.

Terkadang orang tak habis pikir, mengapa Honda Civic Estillo th.92 harganya bisa melebihi mobil baru murah sekalipun. Tentunya itu menjadi pertimbangan kita dalam membeli mobil bekas yang jadul. Sebagian orang akan merasa rugi membeli Honda Civic Estillo th.92 dengan harga 125jt. Dalam pemikiran mereka menjudge bahwa pembelian 120jt untuk mobil bekas di th.92 adalah sebuah kesia-sian,  mending dengan uang 125jt lebih baik dibelikan Honda Brio th.2016. Apalagi kalangan perempuan, pasti memilih mobil baru 2016 dibandingkan membeli mobil jadul th.90an.

Mari kita lihat gambar-gambar dibawah ini.
Kita mulai lihat Honda Brio th.2016 dengan tipe RS. Dengan harga di kisaran 140-160jtaan

Gambar diatas adalah salah satu contoh mobil baru, dengan berbagai fitur menarik tentunya Honda Brio memang layak sebagai mobil Low Cost Green Car paling laris di negeri kita ini. Performa yang gesit dan handal tetapi tetap hemat bahan bakar merupakan andalan dari mobil ini. 
Nah, lalu apa yang akan kita dapat jika memiliki anggaran di 150jtan? Mungkin Honda Civic Estillo th.91-95 bisa sedikit mengubah persepsi anda tentang mobil jadul.

 

Bagaimana? Dengan kisaran harga mulai dari 90jt – 125jt untuk ukuran mobil jadul tampaknya akan membingungkan anda, apalagi bagi kalangan yang masih awam tentang mobil. Secara logis memang akan sulit bagi orang untuk begitu saja rela merogoh kocek lumayan dalam untuk mobil 90an ini. Tetapi orang melupakan hal yang penting sehingga mempengaruhi persepsi orang itu terhadap mobil ini. Apakah itu? tentu saja kelasnya mobil. Tak perlu mengerenyitkan kening. Meskipun secara tahun Honda Civic Estilo termasuk mobil jadul, namun dalam kelas mobil ini diatas Honda Brio. Civic tetaplah Civic, tahun nya saja yang berganti, Civic Estilo merupakan mobil generasi kelima dari Honda Civic, bersaudara dengan Honda Genio, namun untuk pangsa pasar di Indonesia, Civic Estilo lebih kolektibel atau layak koleksi, sehingga harganya pun jauh melampaui saudaranya itu.Bila dikaitkan dengan tahun sekarang pun harga Honda Civic baru tahun ini harganya diatas 3 kali lipat Honda Brio. Dengan demikian bisa dimaklumi mengapa mobil Honda Civic Estilo bermain di kisaran harga 100jtan.
Tentu saja khalayak akan lebih mengangkat topi kepada anda ketika anda mengendarai tunggangan yang jadul tetapi tetap bugar dan powerful. Tentu beda apa yang kita rasakan saat mengendarai Honda Brio dengan Honda Civic Estilo ini. Meskipun tahun jadul, khalayak umum sudah mengetahui kehandalan Civic Estilo, dan lebih mengacungi jempol kepada anda ketika memutuskan Honda Civic Estilo ini menjadi tunggangan anda. Meskipun baru Honda Brio tetaplah dianggap mobil “murah” dibanding Civic. Tetapi meskipun berharga relatif “murah” bukan berarti Honda Brio lebih jelek, tentu saja Honda Brio memiliki keunggulan lebih dibanding Honda Civic Estilo, konsumsi bahan bakar lebih irit, umur komponen yang sudah dipastikan baru, desain yang masa kini. Sehingga, Honda Brio pun layak menjadi tunggangan anda.

Itulah mengapa saya ingin berbagi kepada anda, bukan berarti saya adalah orang yang serba tahu, tetapi saya tetap sama-sama belajar mengenal mobil-mobil antik dan jadul. Mungkin karena saya berangkat dari keluarga yang bukan orang kaya sehingga mau tak mau saya dipaksa mengenal mobil-mobil yang berharga masuk akal buat kami. Semasa hidup, ayah saya adalah penyuka setia Toyota Corolla tahun 74, entah mengapa, meskipun lambat laun ekonomi keluarga kami semakin baik dan mampu untuk membeli mobil baru dengan cara mencicil, tetapi ayah bersikukuh dengan “kokojo” nya. Terkadang hadir mobil jenis lain, tetapi itupun masih mobil antik, mulai dari Corolla th.79, Corolla Dx th.83 atau Daihatsu Charade CX th.91, bahkan kami pernah menjajal mobil eropa macam Fiat 125 th.71, Fiat Uno th.91, BMW Catatan Si Boy th.86 atau Tipe Legend yakni BMW E21 th.75. Untuk model terakhir kami sedikit menyesal pernah menjual cukup murah di tahun 2000an yakni di kisaran 40jtan, kami kira harga tersebut sudah sangat menguntungkan karena waktu dulu kami beli dengan harga 25jtan. Tapi kini BMW E21 bisa menembus harga 250jt bahkan 1M, wow…!

Silahkan buktikan sendiri, akan lebih menyenangkan bila kita hunting mobil sendiri, bertanya-tanya kepada yang jual, dan akhirnya menambah relasi dan saudara. Dengan sendirinya kita akan belajar dan tahu dengan kondisi mobil, sehingga bila kita menghadapi penjual, kita akan bisa membandingkan sendiri apakah harga yang ditawarkan masuk akal dengan kondisinya atau justru kemahalan. Karena bagaimanapun kita tidak akan selalu mendapatkan penjual dengan mobilnya yang kondisinya prima. Bisa jadi banyak ini itu yang kurang dan hal ini pun adalah wajar karena yang kita beli adalah mobil jadul. Tinggal kita estimasikan sendiri biaya yang diperlukan untuk mengganti spare part atau kondisi lain kemudian dijadikan kurangkan kedalam harga yang ditawarkan penjual. Disitulah seni nya, teman-teman…tidak usah takut tertipu, mari beranikan diri memburu mobil-mobil antik yang layak menjadi tunggangan di masa kini.

Jeep Grand Wagoneer (1984-1991)
Jeep Grand Wagoneer (1984-1991)
This is one ideas for your collection,
Jaguar E-Type 1961-1975
Jaguar E-Type 1961-1975
Let’s beginning to talk about 60’s, the
Citroen SM (1970 – 1975)
Citroen SM (1970 – 1975)
This is classic and unique car from

Comments are closed.


Top